Selasa, 27 Januari 2009

Perang Gaza

Jeritan Hati untuk Palestina !

You can still hear that voice through the smoky haze

You can burn up our mosques and our homes and our schools

You can burn up our mosques and our homes and our schools

yang menggunakan ‘bom’ penghancur bunker-bunker, yang mereka gunakan melalui serangan udara. Para pemimpin militer juga yakin berhasil menghancurkan tempat-tempat strategis yang menjadi pusat kegiatan Hamas.

Yang ditakutkan Israel seperti yang disampaikan oleh Menhan Israel Ehud Barack dan elit militer lainnya adalah mudahnya masuk ke Jalur Gaza namun sulitnya keluar dari atau bahkan mustahil. Sebab Gaza akan menjadi kuburan serdadu Israel seperti yang diungkap oleh sebuah harian Israel yang menyatakan bahwa kekalahan Israel di Jalur Gaza menjadi awal hancurnya Israel ketika maker jahat akan makan tuannya

Ya Alloh.. Berikanlah pertolongan kepada para Mujahid di Palestina

Ya Alloh.. Berikanlah pertolongan kepada para Mujahid di Palestina

Ya Alloh.. Berikanlah pertolongan kepada para Mujahid di Palestina

Women and children alike

With ravaging fiery flames

While the so-called leaders of countries afar


WE WILL NOT GO DOWN (Song for
Gaza)

We will not go down

We will not go down

We will not go down

We will not go down

Wanita dan anak-anak

They came with their tanks and their planes

terkena tembakan senjata anti tank pejuang Hamas. Pertempuran yang berkecamuk sangat hebat itu, memaksa tentara Israel, mengurungkan ovensifnya masuk lebih dalam ke kota Gaza.

Terjemahannya …

Tentu saja tidak, panggilan perang mereka nampaknya juga diterima baik oleh para warga Palestina, baik dari Kelompok Sparatis agamais Palestina “Fatah dan Hamas“, melakukan serangan balasan. Kelompok Hamas-lah yang paling besar mengambil andil dalam pertempuran ini. Mengingat, peperangan terjadi di jalur Gaza, dimana wilayah Gaza-Palestina merupakan kekuasaan kelompok Hamas. Hingga saat ini, Pihak Israel juga mendapat serangan balik dari pihak Palestina (Hamas). Namun apalah daya, Israel terlihat lebih unggul dibandingkan Palestina. Israel dipersenjatai dengan perlengkapan perang yang lengkap dan canggih yang merupakan sumbangan dari Amerika. Ditambah lagi, negara arab yang terlihat tidak mau bersatu dan bersikap acuh tak acuh (atau mungkin menyuplai dari belakang??? who knows?), hanya negara Iran saja yang terlihat bersimpati kepada Hamas.

TEMPO Interaktif, Gaza:Lebih dari 1,300 warga Palestina tewas dan sekitar 5,400 lainnya terluka selama tiga pekan agresi militer Israel di Gaza, menurut situs resmi Otoritas Kantor Pusat Statistik Palestina.

Louay Shabana, Kepala Kantor Statitsik Palestina mengatakan lebih dari 22,000 bangunan rusak atau hancur, Menurutnya kerugian ekonomi ditaksir mencapai US$ 1.9 miliar.

Pertempuran yang tidak seimbang antara
Israel dengan Hamas berhenti Minggu (18/1) setelah diadakannya kesepakatan gencatan senjata unilateral, di mana tentara zionis masih bertahan di Gaza. Israel mengklaim 13 warganya tewas termasuk 10 tentara sejak agresi milter mereka 27 Desember silam.

Terkait kerusakan
Gaza kini memerlukan bantuan kemanusiaan, ekonomi, sanitasi, dan bantuan sosial sebagai hasil serangan Isreal tiga pekan. Serangan itu sebagian besar menghancurkan sektor-sektor publik dan bangunan pribadi di Gaza, yang mengakibakan badan PBB di Palestina UNRWA menghentikan bantuan ekoonomi dan jasa sosial, menurut Kantor Pusat Statistik Palestina.

Agresi militer
Israel juga mengakibatkan produk domestik kotor Gaza terpotong 85 persen, dan kemungkinan membutuhkan setahun untuk membangunnya kembali. Sekitar 80 persen tanaman pangan di Gaza juga hancur akibat agresi militer menurut otoritas statistik Palestina tersebut.

“Kesedihan mudah menyebar di antara populasi di
Gaza. Begitu banyak keluarga yang dihancurkan dalam berbagai cara,” kata John Ging, pejabat tinggi PBB di Gaza, Selasa (20/1).

Telah bertahun-tahun, sejak jaman ke-Nabi-an. Bangsa Israel dikenal sebagai bangsa yang pintar namun keras kepala. Bangsa Israel memiliki mayoritas bangsa Yahudi (penyembah dewa) yang dikenal merupakan bangsa yang selalu membangkang dan tidak mau tunduk kepada Allah SWT. Bangsa Yahudi juga dikenal sebagai bangsa terusir karena watak dan sejarah mereka yang dikenal kejam dan suka memperbudak, mungkin ini juga alasan yang dilakukan oleh Hitler sewaktu memusnahkan secara massal bangsa Yahudi dari Jerman dan atau dari muka bumi (namun apakah Hitler baik atau tidak???). Ada beberapa literatur yang menyatakan bahwa Palestina merupakan tanah yang dijanjikan bagi kaum Israel, namun ada juga yang menyatakan bahwa diharamkan bagi kaum Israel untuk bisa menduduki tanah Palestina. Palestina sendiri bisa disebut sebagaian tanah suci bagi kaum Islam, banyak peninggalan jaman Nabi Muhammad SAW disana, seperti Mesjid Al-Aqsha yang merupakan tujuan perjalanan Isra’ dan Mi’rajnya Nabi Muhammad SAW. Namun, jaman telah berubah… dengan teknologi dan politik Internasional, apa yang digaris kan dalam literatur itu sendiri sudah berbeda dengan kenyataan. Saat ini warga Israel telah berhasil mendapat tempat di semenanjung perbatasan Palestina (bisa dibilang seper-bagian dari tanah Palestina itu sendiri).

Tapi, apakah pihak Palestina diam saja ???

Tapi semangat kami tidak akan pernah mati

Tapi semangat kami tidak akan pernah mati

Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit

Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan

Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati

Sumber-sumber media Israel mengatakan, di antara serdadu yang terluka adalah Komandan Militer Batalyon 101, kesatuan elit dari pasukan payung di militer Israel, dan 9 anggota militer lainnya dari komandan dan serdadu. Militer Israel juga mengakui perlawanan sengit yang dilakukan para pejuang Palestina.

Silahkan disimak lirik lagu yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia di bawah ini. Bahkan beliau merelakan lagu yang telah dibuatnya itu untuk didownload oleh semua orang di seluruh dunia. Agar semua orang di seluruh dunia dapat merasakan juga penderitaan rakyat gaza katanya, memberikan alasan mengapa beliau menyebarluaskan lagu ini secara gratis.

Serupa

Seorang berkewarganegaraan Amerika pun, merasa terusik hatinya melihat tragedi kemanusiaan ini. Dengan keahliannya sebagai komposer dan produser musik ternama di negaranya, dia membuat sebuah lagu khusus untuk “GaZa”.

Sementara para pemimpin nun jauh di sana

Sementara itu pihak militer Israel memberlakukan prosedur ketat peliputan dan penyiaran media atas kerugian yang dialaminya dalam pertempuran yang berlangsung di Jalur Gaza. Smapai saat ini pihak militer Israel mengakui 11 anggota militer tewas dan lebih dari 150 lainnya terluka.

Selama ini telah terjadi konflik yang penuh kekerasan, dengan berbagai tingkat intensitasnya dan konflik gagasan, tujuan, dan prinsip-prinsip yang berada di balik semuanya. Pada kedua belah pihak, pada berbagai kesempatan, telah muncul kelompok-kelompok yang berbeda pendapat dalam berbagai tingkatannya tentang penganjuran atau penggunaan taktik-taktik kekerasan, anti kekerasan yang aktif, dll. Ada pula orang-orang yang bersimpati dengan tujuan-tujuan dari pihak yang satu atau yang lainnya, walaupun itu tidak berarti mereka merangkul taktik-taktik yang telah digunakan demi tujuan-tujuan itu. Lebih jauh, ada pula orang-orang yang merangkul sekurang-kurangnya sebagian dari tujuan-tujuan dari kedua belah pihak. Dan menyebutkan "kedua belah" pihak itu sendiri adalah suatu penyederhanaan: Al-Fatah dan Hamas saling berbeda pendapat tentang tujuan-tujuan bagi bangsa Palestina. Hal yang sama dapat digunakan tentang berbagai partai politik Israel, meskipun misalnya pembicaraannya dibatasi pada partai-partai Yahudi Israel.

Sekarang tentara Israel menghadapi serangan baru dengan ‘bom bunuh diri’, yang mulai dipraktekan dalam perang di Gaza.

Sekarang tentara Israel menghadapi serangan baru dengan ‘bom bunuh diri’, yang mulai dipraktekan dalam perang di Gaza. Di dekat kamp Shati, dua orang Palestina meledakkan dirinya di dekat kerumunan pasukan Israel, tidak disebutkan jumlah korban akibat bom itu.

Sejak Persetujuan Oslo, Pemerintah Israel dan Otoritas Nasional Palestina secara resmi telah bertekad untuk akhirnya tiba pada solusi dua negara. Masalah-masalah utama yang tidak terpecahkan di antara kedua pemerintah ini adalah:

Sedih rasanya melihat negara Palestina mati perlahan … Namun, apakah tidak ada jalan untuk keluar ???. Tentu saja ada dan seharusnya segera dilakukan, yakni jika semua negara-negara (mayoritas) Islam khususnya Arab mau bersatu dan bersuara keras kepada PBB tentang perihal ini dan segera memaksa Israel-Palestina untuk melakukan gencatan senjata dan mengatur ulang MOU yang telah dibuat dahulu. Kasihan warga-warga yang tidak berdosa, dan anak-anak yang tidak mengerti mati sia-sia karena perang yang tak berkesudahan.

Sebuah usul perdamaian saat ini adalah Peta menuju perdamaian yang diajukan oleh Empat Serangkai Uni Eropa, Rusia, PBB dan Amerika Serikat pada 17 September 2002. Israel juga telah menerima peta itu namun dengan 14 "reservasi". Pada saat ini Israel sedang menerapkan sebuah rencana pemisahan diri yang kontroversial yang diajukan oleh Perdana Menteri Ariel Sharon. Menurut rencana yang diajukan kepada AS, Israel menyatakan bahwa ia akan menyingkirkan seluruh "kehadiran sipil dan militer... yang permanen" di Jalur Gaza (yaitu 21 pemukiman Yahudi di sana, dan 4 pemumikan di Tepi Barat), namun akan "mengawasi dan mengawal kantong-kantong eksternal di darat, akan mempertahankan kontrol eksklusif di wilayah udara Gaza, dan akan terus melakukan kegiatan militer di wilayah laut dari Jalur Gaza." Pemerintah Israel berpendapat bahwa "akibatnya, tidak akan ada dasar untuk mengklaim bahwa Jalur Gaza adalah wilayah pendudukan," sementara yang lainnya berpendapat bahwa, apabila pemisahan diri itu terjadi, akibat satu-satunya ialah bahwa Israel "akan diizinkan untuk menyelesaikan tembok [artinya, Penghalang Tepi Barat Israel] dan mempertahankan situasi di Tepi Barat seperti adanya sekarang ini"

Sebuah poster gerakan perdamaian: Bendera Israel dan bendera Palestina dan kata-kata Salaam dalam bahasa Arab dan Shalom dalam bahasa Ibrani. Gambar-gambar serupa telah digunakan oleh sejumlah kelompok yang menganjurkan solusi dua negara dalam konflik ini.

Sebagaimana diketahui bahwa Israel ingin menjatuhkan dari tangan Palestina “kertas terakhir” dalam perundingan perdamaian. Yaitu kertas “perlawanan dan keteguhan” memegang hak-haknya sehingga nantinya mereka tidak lagi memiliki bargainisng sama sekali dalam perimbangan kekuatan dalam meja perundingan atau di lapangan ril. Perlawanan Palestina memiliki tujuan yakni mewujudkan perdamaian dan serangan Israel bertujuan satu yaitu memaksa Palestina menyerah.

Petugas medis itu mengklaim bahwa sekira 90 persen dari para warga yang cedera akibat kebrutalan milisi tadi adalah orang sipi. Dia dan para koleganya merawat korban-korban itu.
“Setiap orang ketiga yang tewas dan setiap orang kedua yang cedera adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun atau seorang wanita,” papar Gilbert.

Pertempuran semakin berkecamuk di balik-balik gedung dan rumah. Sepanjang malam tembakan senjata, artileri, dan tembakan rudal serta missil, tanpa henti. Perang ini yang paling hebat.

Perihnya hati sudah tak tertahan, diiringi do’a penuh harap di setiap sembah sujudku. Semoga tragedi ini dapat segera berlalu.

perang yang tak di inginkan

Perang yang sudah berlangsung selama 20 hari itu, hanyalah menghancurkan bangunan-bangunan, dan infrastruktur yang ada, dan belum mampu mengakhiri kemampuan militer yang dimiliki Hamas.

Perang yang berkecamuk di Gaza, terus memakan korban baru bagi tentara Israel, jadi bukan hanya muslim Palestina yang menjadi korban, tentara Israel punmenjadi korban perang. Mereka harus merasakan seperti yang dialami muslim Palestina yang mereka bunuhi secara brutal.

Perang Sengit dalam Kota Gaza, Anak-anak, Wanita Palestina Terjebak

Perang Gaza Berkecamuk, Puluhan Meliter Israel Luka-luka


Perang gaza 1300 terbunuh dan 22 ribu bangunan hancur

Perang di Gaza Serupa dengan Pembantaian Sabra dan Shatila

Perang atas Gaza, Perang atas Perdamaian

People running for cover

Pelanggaran Hukum Humaniter apa saja yang dilakukan oleh Israel ?
Berkenaan dengan masalah pendudukan asing atas wilayah Palestina, maka
Israel telah melakukan pelanggaran Hukum Humaniter, dalam hal ini adalah :
1. Konvensi Den Haag ke- IV, 1907. Setidaknya terjadi pelanggaran terhadap Pasal 43 dan 44 yang berbunyi :
Pasal 43. Kewenangan dari penguasa yang sah secara nyata telah beralih ke tangan Penguasa Pendudukan, yang kemudian akan mengambil semua langkah dalam kewenangannya untuk mengembalikan dan menjamin ketertiban dan keamanan umum bila memungkinkan, kecuali benar-benar untuk pencegahan, dengan menghormati hukum yang berlaku di negara tersebut.
Pasal 55. Penguasa Pendudukan harus hanya dianggap sebagai administrator dan pengelola bangunan-bangunan publik, pemukiman masyarakat, hutan, dan lahan pertanian yang menjadi milik Negara Musuh, dan yang terletak di dalam wilayah negara yang diduduki. Penguasa Pendudukan harus melindungi modal dari barang-barang tersebut dan mengelolanya sesuai dengan hukum lokal setempat.
2. Konvensi Jenewa IV, 1949. Setidaknya terjadi pelanggaran terhadap Pasal 47 dan 54 yang berbunyi :
Pasal 47. Orang-orang yang dilindungi yang ada di wilayah yang diduduki, bagaimanapun dan dalam keadaan apapun tidak akan kehilangan manfaat dari Konvensi ini karena perubahan yang diadakan dalam lembaga-lembaga atau pemerintahan suatu wilayah sebagai akibat dari pendudukan wilyah itu. Mereka juga tidak akan kehilangan manfaat Konvensi ini karena persetujuan apapun yang diadakan antara penguasa-penguasa dari wilayah yang diduduki dan negara pendudukan, atau karena aneksasi seluruh atau sebagian dari wilayah oleh Penguasa Pendudukan.
Pasal 54. Penguasa Pendudukan tidak boleh merubah kedudukan pegawai-pegawai negeri atau hakim di wilayah yang diduduki, atau dengan cara bagaimanapun menggunakan sanksi atau mengambil tindakan paksaan atau diskriminasi apapun terhadap mereka, apabila mereka tidak melakukan tugas-tugas mereka karena alasan-alasan hati nurani mereka…
3. Protokol Tambahan I 1977. Setidaknya terjadi pelanggaran terhadap Pasal 1 ayat (4), di mana dengan diperluasnya pendudukan asing Israel di atas tanah Palestina secara paksa dengan kekerasan bersenjata, merupakan pelanggaran terhadap hak menentukan nasib sendiri yang dimiliki oleh rakyat Palestina. Dan masih banyak pelanggaran lainnya yang sengaja tidak ditulis dalam bagian ini.
Berkenaan dengan masalah hak untuk menentukan nasib sendiri (self-determination), maka telah jelas bahwa self-determination merupakan salah satu hak asasi manusia yang penting yang dilindungi oleh hukum internasional; dalam tulisan ini adalah dilindungi berdasarkan Pasal 1 ayat (4) Protokol Tambahan I, 1977. Ketentuan tersebut menyatakan bahwa hak menentukan nasib sendiri harus dilindungi selama terjadi pendudukan militer.
Menurut Israel Law Resource Center, sejak tahun 1967, Israel telah melakukan langkah-langkah secara fisik maupun yuridis yang mempengaruhi hak untuk menentukan nasib sendiri bangsa Palestina yang tinggal di wilayah Palestina, yakni :
Israel mengambil tanah Palestina dan merubah status hukum tanah tersebut serta mengisi wilayah tersebut dengan infra-struktur milik Israel yang mengakibatkan masyarakat Palestina terisolir dari dunia luar. Infrastruktur Israel tersebut meliputi tempat pemukiman penduduk sipil dari Israel, tempat perkemahan pasukan Israel, zona-zona penyangga, tempat-tempat penampungan orang asing, jalan raya yang hanya dapat digunakan oleh orang Israel, dan dinding pemisah yang dibangun ditengah-tengah komunitas masyarakat Palestina. Sementara akses ke dan dari daerah tersebut diawasi oleh pasukan
Israel, di mana banyak sekali bukti-bukti yang mengemukakan adanya pelecehan dan pelanggaran HAM terhadap orang Palestina. Hal ini mengakibatkan adanya kelaparan di semua wilayah, malnutrisi dan berbagai penyakit yang diderita terutama oleh anak-anak.
Israel telah mengganti semua lembaga-lembaga pemeritnah setempat dengan komite militer Israel; dan Israel juga mendirikan sistem pemerintahan yang bersifat opresif dan eksploitif terhadap kehidupan perekonomian masyarakat Palestina. Hal ini mengakibatkan tingkat pengangguran yang tinggi dan menurunnya aktivitas ekonomi di wilayah Palestina, namun sebaliknya mengakibatkan keuntungan pada Israel.
Israel menerapkan hukum yang dimodifikasi dari Defense (Emergency) Regulation, 1945 yang pertama kali dibuat oleh Pemerintah Inggris untuk memadamkan kekerasan yang dilakukan oleh bangsa Palestina pada waktu itu. Aturan tersebut yang pada saat itu ditentang keras oleh komunitas Zionis, saat ini justru mereka praktekkan terhadap penduduk Palestina. Aturan-aturan tersebut antara lain mengijinkan tindakan-tindakan illegal seperti pidana penjara tanpa melalui sidang pengadilan atau denda, deportasi, penghancuran rumah, tindakan hukuman kolektif, dan sebagainya, yang merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. Selain itu, pasukan
Israel juga melakukan praktek penganiayaan dan pembunuhan di wilayah yang diduduki.
Semua tindakan yang dilakukan oleh
Israel terhadap rakyat Palestina tersebut telah menghancurkan perekonomian Palestina, dan juga memporakporandakan masyarakat Palestina di wilayah pendudukan dan karenanya melanggar hak untuk menentukan nasib sendiri bagi masyarakat Palestina.
Sebagai kesimpulan :
Perlu dicatat bahwa pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh Israel tidak hanya terbatas pada yang telah ditulis pada artikel ini; pelanggaran-pelanggaran mana dapat dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap Hukum Humaniter (ius in bello);
Adapun pendudukan asing, merupakan pelanggaran terhadap Hukum Internasional secara umum mengenai perolehan wilayah yang tidak dapat dibenarkan karena dilakukan dengan kekerasan bersenjata. Tidak ada satupun teori Hukum Internasional yang dapat membenarkan adanya perolehan wilayah yang dilakukan dengan kekerasan bersenjata. Oleh karena itu, di samping telah melakukan pelanggaran terhadap Hukum Humaniter (ius in
bello), maka Israel juga telah melakukan pelanggaran terhadap Hukum Internasional secara umum (ius ad bellum).
Aku berdo’a untuk saudara-saudaraku di Palestina semoga Alloh memberikan kelapangan, kekuatan, dan semangat untuk tetap berjuang melawan zionis
Israel.

Para pejuang Hamas dan Mujahidin berusaha menghadapi serangan dan ovensif tentara Israel yang mencoba masuk kota Gaza, sampai menjelang dini hari.

Orang-orang berlarian untuk berlindung

Not knowing whether they’re dead or alive

Negara Palestina sendiri dikuasai Oleh 2 kelompok Islamis, Yaitu Hamas dan Fatah. Namun sayangnya, kedua kelompok ini juga tidak begitu “akur”, sehingga sering terjadi perpecahan. Kaum Hamas terlihat lebih Anti terhadap Zionisme dan sangat bersikap Protektif. Disebutkan pula bahwa, perang yang terjadi diakhir 2008 ini disebabkan oleh roket Hamas yang jatuh dikawasan Israel (benar atau rekayasa?, yang pasti pihak Militer Israel selalu berharap-harap adanya pemicu untuk peperangan kembali) sehingga dengan berkedok pemboman terhadap titik-titik rawan yang diduga tempat persembunyian Kaum Hamas Palestina, sedikit demi sedikit pihak Israel mulai menyerang kembali dan berusaha menguasai Gaza City dan mungkin seluruh Palestina. Dan apa yang terjadi ??? bukan hanya tempat-tempat yang diduga persembunyian kaum Hamas saja yang di bombardir, tapi hampir seluruh wilayah termasuk tempat dan fasilitas umum turut hancur menjadi korban.

Namun, jumlah korban jiwa warga sipil dan sangat besarnya derita masyarakat di Gaza saat ini serupa dengan penderitaan yang dia dulu lihat (di kamp tadi), papar Gilbert.

Murdered and massacred night after night

Militer penjajah Zionis Israel mengakui tidak kurang dari 15 komandan dan serdatunya terluka dalam pertempuran yang berlangsung di pinggiran kota-kota Palestina di Jalur Gaza, selama upaya mereka untuk memasuki kota-kota tersebut.

Meskipun demikian, para pemimpin Israel merasa cukup puas dengan kehancuran yang sekarang terjadi di Gaza. “Memerlukan waktu yang lama, bertahun-tahun Hamas untuk dapat memulihkan kekuatannya”, ujar seorang pejabat militer Israel.

Mereka datang dengan tank dan pesawat

Menyala terang di langit Gaza malam ini

Mengingat tragedi yang terjadi di tanah palestina saat ini, bukan hanya tragedi bagi ummat islam. Melainkan tragedi bagi ummat manusia di seluruh dunia. Betapa dengan mudahnya melakukan pembantaian (holocaust) di depan mata kita sendiri. Dimana para pemimpin dunia yang seharusnya dapat membantu menyelesaikan konflik, tidak melakukan respons yang berarti untuk terselesaikannya konflik di Palestina.

Mengingat pembatasan-pembatasan di atas, setiap gambaran ringkas mengenai sifat konflik ini pasti akan sangat sepihak. Itu berarti, mereka yang menganjurkan perlawanan Palestina dengan kekerasan biasanya membenarkannya sebagai perlawanan yang sah terhadap pendudukan militer oleh bangsa Israel yang tidak sah atas Palestina, yang didukung oleh bantuan militer dan diplomatik oleh A.S. Banyak yang cenderung memandang perlawanan bersenjata Palestina di lingkungan Tepi Barat dan Jalur Gaza sebagai hak yang diberikan oleh persetujuan Jenewa dan Piagam PBB. Sebagian memperluas pandangan ini untuk membenarkan serangan-serangan, yang seringkali dilakukan terhadap warga sipil, di wilayah Israel itu sendiri.

Mencabik-cabik kota gaza, memisahkan anak-anak dari orang tuanya, memisahkan orang tua dari anak-anaknya, menghancurkan masa depan setiap yang benafas di kota gaza. Entah kebiadaban apa lagi yang dapat dituliskan di sini, semua dapat melihat dengan jelas di media-media seberapa besar kebiadaban itu terjadi. Tak ada hal yang dapat kita perbuat untuk mereka, selain hanya dengan do’a dan air mata serta sejumlah kecil bantuan yang tidak seberapa besar dibanding kebutuhan penduduk gaza yang sebenarnya.

Masalah pengungsi muncul sebagai akibat dari perang Arab-Israel 1948. Masalah Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur muncul sebagai akibat dari Perang Enam Hari pada 1967.

Lit up the sky over Gaza tonight

Lagu ini dapat di download di http://www.michaelheart.com/sfg/downloads/a22685d/dl.php?file=we_will_not_go_down.mp3



Kota Gaza (ANTARA News/AFP) -Tank-tank Israel bergemuruh memasuki jauh ke dalam kota-kota di Gaza Kamis pagi untuk membanjiri daerah-daerah terdekat pusat Kota Gaza dan memasuki sebuah kota besar di selatan Gaza, demikian saksi mata dan para koresponden.

Suara tembakan meriam tank-tank
Israel membelah udara laksana guntur dan asap hitam nan tebal membumbung memenuhi udara daerah-daerah Tal al-Hawa, Zeitun dan Shujaiyeh di Kota Gaza, pusat keramaian utama pantai Jalur Gaza.

Pertempuran pecah di
kota utara Jabaliya dan pasukan darat Israel yang dilindungi lusinan tank menusuk masuk setidaknya satu kilometer memasuki kota selatan Khan Yunis.

Pagi harinya, lusinan warga yang ketakutan sambil membawa bayi, anak-anak mereka yang baru bisa berjalan, dan anak-anak agak besar mengungsi ke rumah sakit Al-Quds di Tal Al-Hawa, di area terpencil di barat daya Kota Gaza, yang menjadi situs yang berulangkali menjadi sasaran serangan mendadak Israel di pekan terakhir ini.

Bunyi dentuman meriam, serangan udara, artileri, helikopter tempur dan senapan otomatis bercampur menjadi sebuah suara sangat bising yang sangat kacau, begitu pertempuran berkecamuk hanya kurang dari 300 meter dari rumah sakit itu.

Para pejuang bersenjata Hamas mengenakan seragam biru dan hitam, salah satunya membawa bendera hijau gerakan Hamas, berlari di jalanan hanya 100 meter dari rumah sakit itu sambil menembakkan senapan Kalashnikov mereka.

Di dalam rumah sakit para warga daerah-daerah sekitar Kota Gaza berlindung berjubel-jubel sebisa mereka.
Para ibu mencoba menenangkan anak-anak mereka yang menangis dan mencoba mengalihkan mereka untuk tertawa kembali.

"Saya membawa anak-anak ke rumah sakit karena mereka ketakutan di rumah, tapi di sini malah mereka menjadi semakin ketakutan," kata Hossein (40) yang datang dengan istri dan kelima anaknya setelah tank-tank
Israel menggasak kampungnya saat fajar datang.

"Rumah di depan rumah kami hancur total akibat pertempuran itu sehingga kami harus keluar rumah. Kami tak bisa bertahan lama. Lihatlah anak-anak kami, mereka merinding ketakutan."

Bashar Murad, seorang dokter dan kepala angkutan ambulans Bulan Sabit Merah, hanya bisa menunggu untuk membantu para korban yang terjebak di
medan pertempuran dengan setengah putus asa.

"Saya melihat tiga mayat 500 meter (di depan saya), tapi saya tak bisa mengungsikannya," kata sang dokter.

"Saya ada sejumlah korban luka kurang dari satu kilometer dari sini, tapi saya tidak bisa bergerak tanpa izin," kata Murad.

Sebelum ambulans bergerak, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) harus menuntut tentara
Israel untuk memberi lampu hijau guna mundur ke satu wilayah tertentu, katanya.

"Sulit buat saya untuk diam di sini manakala orang-orang sedang sekarat. Tapi saya tak punya pilihan apapun." (*)

Korban agresi militer Israel terhadap Jalur Gaza terus berjatuhan sementara dunia belum juga bertindak untuk menghentikan kebrutalan itu. Hingga 13 Januari ini, jumlah korban jiwa operasi militer Yahudi itu telah merenggut lebih 900 nyawa warga Palestina

Konflik Israel-Palestina, bagian dari konflik Arab-Israel yang lebih luas, adalah konflik yang berlanjut antara bangsa Israel dan bangsa Palestina.

Konflik Israel-Palestina ini bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederhana, seolah-olah seluruh bangsa Israel (atau bahkan seluruh orang Yahudi yang berkebangsaan Israel) memiliki satu pandangan yang sama, sementara seluruh bangsa Palestina memiliki pandangan yang sebaliknya. Di kedua komunitas terdapat orang-orang dan kelompok-kelompok yang menganjurkan penyingkiran teritorial total dari komunitas yang lainnya, sebagian menganjurkan solusi dua negara, dan sebagian lagi menganjurkan solusi dua bangsa dengan satu negara sekular yang mencakup wilayah Israel masa kini, Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.

Konflik Israel dan Palestina

Ketika kita katakana bahwa warga Palestina di Jalur Gaza siap mengorbankan hidupnya demi kehidupan bangsanya dan keadilan nasibnya agar memperoleh hak-haknya yang paling rendah. Artinya, semua manusia Palestina yang hidup di bawah baying-bayang penjajah Israel adalah sebuah proyek syahid. Sebagaimana spirit perlawanan dan ketegaran di Gaza, maka spirit itu juga bergelora di Tepi Barat yang mengalami tekanan, kedlaliman, pembantaian, penawanan dari Israel hingga kekerasan dari otoritas Palestina.

Kejahatan perang di jalur Gaza

Keduanya menjelaskan, mereka bekerja di Libanon pada tahun 1982 ketika milisi Kristen Libanon membantai antara 800 sampai 2.000 pengungsi Palestina di kedua kamp ketika pasukan Israel yang ditempatkan di sekitarnya tidak berbuat apapun untuk menghentikan pertumpahan darah tersebut.

Kedua petugas medis tadi melakukan pembandingan itu saat mereka kembali ke Norwegia setelah bekerja selama 10 hari di sebuah rumah sakit Gaza.

  • Kedaulatan terhadap tempat-tempat suci di Yerusalem, termasuk Bukit Bait Suci dan kompleks Tembok (Ratapan) Barat.
  • Kebijakan-kebijakan pemukiman pemerintah Israel, dan nasib para penduduk pemukiman itu.
  • Keamanan Palestina.
  • Keamanan Israel.

Karena kejadian paling hangat adalah perang langsung terhadap Gaza, maka kita akan menganalisis serangan Israel, otoritas Palestina, Negara-negara Arab dan kolisi jahat internasional terhadapnya (Gaza). Ia adalah serangan terhadap perlawanan dan keteguhan Palestina dalam mempertahankan tanah airnya. Perlawanan ini merupakan wujud dimensi nasional dengan tingkat moral dan pembelaan terhadap kehormatan paling tinggi yang merupakan hak suci setiap bangsa. Yang paling penting, ketegaran rakyat Palestina dan perlawanannya adalah focus perwujudan perdamaian sebagai nilai yang paling tinggi, ia perlawanan menolak menyeranh kepada penjajah dan tekanan asing, ia semangat tanpa putus asa untuk maju menuju perdamaian yang adil dan utuh yang menjamin hak standar rakyat Palestina dan memberikan keamanan dan stabilitas di kawasan, termasuk keamanan Israel pun.

Kami tidak akan menyerah

Kami tidak akan menyerah

Kami tidak akan menyerah

Kami tidak akan menyerah

Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami

Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami

Just a voice rising up in the smoky haze

Jangan biarkan sejengkal pun tanah negeri palestina jatuh ke tangan mereka (Yahudi)..

Israel membombardir rumahsakit anak bahkan orang-orang yang sedang menunaikan ibadah magrib di masjid sebelah utara jalur Gaza bukankah itu tindakan yang biadab??? Tindakan ini jelas-jelas sebuah kejahatan perang!!!

In the night, without a fight

In the night, without a fight

In Gaza tonight

In Gaza tonight

Hati pedih penuh luka, tak satu kata pun pantas terucapkan untuk mengungkapkan kebiadaban israel laknatullah. Negara itu telah membabi buta meluluhlantakkan tanah suci palestina.

Harian Israel Yedeot Aharonot yang menurunkan berita ini menyebutkan, pertempuran serngit yang terjadi Selasa (13/01) malam antara pasukan militer Israel dan para pejuang perlawanan Palestina, mengakibatkan serjumlah anggota militer Israel terluka. Aharonot menyebutkan 3 di antaranya adalah komandan, 2 dalam kondisi sangat parah.

Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal

Hancurkanlah mereka (Yahudi) Ya Alloh….

Gilbert, 61, dan koleganya Erik Fosse, 58, dikirim ke Gaza untuk bertugas di Rumah Sakit Shifa oleh organisasi bantuan pro Palestina NORWAC pada 31 Desember.

Gaza Pemimpin Hamas mengklaim bahwa perang dengan Israel di Gaza memberikan "kemenangan hebat" bagi rakyat Palestina.

"Tuhan telah memberikan kita kemenangan hebat. Bukan untuk satu faksi atau partai atau daerah, tapi untuk seluruh rakyat kita," tegas Ismail Haniya, perdana menteri yang ditunjuk kelompok Hamas di Gaza.

"Kita telah menghentikan agresi dan musuh telah gagal mencapai tujuan-tujuannya," imbuh pemimpin senior Hamas itu seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (
19/1/2009).

Penegasan itu disampaikan Haniya kurang dari 24 jam setelah
Israel menghentikan operasinya di Gaza yang telah berlangsung selama 3 pekan.

Israel mulai menarik pasukannya dari Gaza setelah gencatan senjata berlaku efektif pada Minggu, 18 Januari pukul 2 dini hari waktu setempat. Namun pemerintah Israel mengancam, militernya akan kembali melancarkan serangan jika diserang Hamas.

Lebih dari 1.300 warga Palestina telah tewas sejak
Israel melancarkan agresinya ke Gaza pada 27 Desember 2008. Menurut Israel, agresi itu sebagai pembalasan atas serangan-serangan roket yang kerap dilancarkan Hamas.

GAZA (Suaramedia) Perang kota telah pecah di Gaza. Perang di jalan-jalan, dari gedung ke gedung , dan rumah ke rumah terjadi di kota Gaza. 11 tentara Zionis Israel luka luka akibat serangan pasukan Hamas.

DUA puluh enam hari invasi Israel ke Gaza menorehkan luka teramat dalam. Bukan hanya bagi Palestina, tapi juga bagi dunia.Segala bentuk kecaman tak dihiraukan.

Bahkan warning PBB tak mendapat gubris apa-apa. Dalam kondisi ini
Israel mematenkan posisinya sebagai bangsa yang arogan luar biasa. Menyorot warga sipil Palestina yang banyak dikorbankan akan membuat kita berduka meratapi nasib tragis yang menimpa mereka.

Keluarga yang terbunuh, tempat tinggal yang luluh lantak, serta kerugian psikis yang tidak bisa ditakar. Lalu apakah kondisi ini tidak cukup memberikan fakta untuk menempatkan
Israel sebagai bangsa tertuduh yang tak mengindahkan kemanusiaan?

Dua Petugas Medis Norwegia Ungkapkan di Oslo

DUA petugas medis Barat mengemukakan di Oslo, ofensif Israel di Gaza dapat diserupakan dengan pembantaian para pengungsi Palestina oleh kaum milisi Libanon dukungan Israel pada tahun 1982.

Dibunuh dan dibantai tiap malam

Diberitakan, 25 tentara Zionis Israel terluka, akibat terkena reruntuhan gedung yang diledakkan oleh pejuang Hamas, dan 6 tentara Zionis Israel lainnya mengalami cedera, juga akibat rumah yang ambruk,

Di malam hari, tanpa perlawanan

Di malam hari, tanpa perlawanan

Di Gaza malam ini

Di Gaza malam ini

Detik kemeriahan pergantian tahun 2008 ke 2009, masih terdengar di telinga. Dentuman petasan dan kembang api, masih bisa dirasakan hingga saat postingan ini Saya buat. Banyak hal telah terjadi di 2008, dan banyak hal yang telah menanti di 2009. Namun ada satu hal yang dari dahulu hingga sekarang masih saja terus terjadi. Sebuah peperangan akibat sengketa tanah yang tidak berkesudahan. Seakan tak mengenal waktu, perang antara Israel vs Palestina seakan telah menjelaskan kebenaran akan isi Al Qur’an tentang tanah tersebut. Keinginan akan akuisi tanah (Israel) melawan perjuangan akan hak milik tanah (Palestina), inilah yang mendasari peperangan Israel dan Palestina. Belum begitu lama diingatan kita, ketika Amerika sebagai Polisi Dunia melalui PBB memberikan pengakuan terhadap kaum Israel (Sekutu yang merupakan perpanjangan tangan Amerika untuk kawasan Timur Tengah) dan memberikan mereka tempat di tanah Arab dekat Jalur Gaza. Namun, nampaknya … apa yang dilakukan Amerika, hanyalah sebagai bentuk Politik Kekuasaan atas tanah yang sangat kaya akan minyak, serta bentuk dukungan kepada Kaum Israel untuk memecah Palestina dan menguasai Daerah tersebut.

Dengan terus bertambahnya jumlah korban di fihak tentara Zionis Israel, yang berada di Gaza, menyebabkan sejumlah pemimpin senior militer Israel, dan Menhan Ehud Barak, menginginkan segera mengakhiri perang yang dahsyat di Gaza. Para pemimpin militer Israel,

Dengan rencana pemisahan diri sepihak, pemerintah Israel menyatakan bahwa rencananya adalah mengizinkan bangsa Palestina untuk membangun sebuah tanah air dengan campur tangan Israel yang minimal, sementara menarik Israel dari situasi yang diyakininya terlalu mahal dan secara strategis tidak layak dipertahankan dalam jangka panjang. Banyak orang Israel, termasuk sejumlah besar anggota partai Likud -- hingga beberapa minggu sebelum 2005 berakhir merupakan partai Sharon -- kuatir bahwa kurangnya kehadiran militer di Jalur Gaza akan mengakibatkan meningkatnya kegiatan penembakan roket ke kota-kota Israel di sekitar Gaza. Secara khusus muncul keprihatinan terhadap kelompok-kelompok militan Palestina seperti Hamas, Jihad Islami atau Front Rakyat Pembebasan Palestina akan muncul dari kevakuman kekuasaan apabila Israel memisahkan diri dari Gaza.

Dengan persepsi di atas, maka koalisi politik internasional dan regional untuk memerangi Gaza adalah alat di tangan Israel dalam menggagalkan proses perdamaian di Palestina khususnya dan mengancam perdamaian regional internasional secara umum. Ketika Negara-negara dunia berkonsensus bahwa perdamaian Arab – Israel adalah focus pilihan untuk mengakhiri ketegangan dan instabilitas di kawasan dan di seluruh dunia maka ketika dunia hendak membunuh perdamaian untuk menyenangkan Israel maka ini sama saja menghancurkan perdamaian dan kejahatan terhadap hak kemanusiaan. Perang politik terhadap Gaza dan eskalasi menekan wilayah ini merupakan tindakan tidak manusiawi, tidak bermoral, serangan jahat yang hanya menekan pihak rakyat Palestina untuk menyerah. Ketidakmampuan militer Israel tidak mungkin diganti oleh tekanan politik internasional. Jika diperhatikan statemen elit militer Israel maka bisa disimpulkan bahwa Israel tidak akan ragu-ragu menginvasi Jalur Gaza dan kembali menjajahnya meski harus mengorbankan nyawa ribuan Palestina dan menghancurkan Jalur Gaza secara keseluruhan.

Dengan berkobaran api yang merusak

Demikian pula, mereka yang bersimpati dengan aksi militer Israel dan langkah-langkah Israel lainnya dalam menghadapi bangsa Palestina cenderung memandang tindakan-tindakan ini sebagai pembelaan diri yang sah oleh bangsa Israsel dalam melawan kampanye terorisme yang dilakukan oleh kelompok-kelompok Palestina seperti Hamas, Jihad Islami, Al Fatah dan lain-lainnya, dan didukung oleh negara-negara lain di wilayah itu dan oleh kebanyakan bangsa Palestina, sekurang-kurangnya oleh warga Palestina yang bukan merupakan warga negara Israel. Banyak yang cenderung percaya bahwa Israel perlu menguasai sebagian atau seluruh wilayah ini demi keamanannya sendiri. Pandangan-pandangan yang sangat berbeda mengenai keabsahan dari tindakan-tindakan dari masing-masing pihak di dalam konflik ini telah menjadi penghalang utama bagi pemecahannya.

Debated on who’s wrong or right

Dan tak ada yang tersisa

Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam

Copyright 2009

Cahaya putih yang membutakan mata

But through the tears and the blood and the pain

But their powerless words were in vain

But our spirit will never die

But our spirit will never die

Berdebat tentang siapa yg salah & benar

bahwa para pejuang Hamas mendapatkan pasukan dari Mesir, yang mereka selundupkan melalui terowongan-terowongan yang dibangun para pejuang Hamas. Militer Zionis Israel, mengklaim telah menghancurkanu75% terowongan yang ada di Rafah, melalui serangan udara,

Bahkan dalam protokol tambahan ada tempat-tempat yang tidak boleh diserang diantaranya: pemukiman penduduk sipil, anak-anak dan kaum ibu, rumah sakit, tempat ibadah, PMI, jurnalis.

Aturan perang yang beradab dituangkan dalam Konvensi Jenewa 1949, yang secara umum mencakup dua hal, yaitu: (1) perlindungan terhadap semua orang yang tidak atau tidak lagi terlibat dalam perang, dan (2) pelarangan penggunaan senjata dan metode perang yang tidak dapat dikendalikan. Sebanyak 194 negara telah meratifikasi konvensi ini, meskipun tidak semua protokol tambahan dan konvensi pendukung turut diratifikasi. Perkembangan mutakhir pengarusutamaan (mainstreaming) hukum humaniter internasional adalah Mahkamah Kejahatan Internasional (International Criminal Crime, ICC) yang dibentuk pada tanggal 1 Juli 2002 sebagai implementasi Statuta Roma 1998. Yurisdiksi ICC mencakup kejahatan terhadap perdamaian (crime against peace), kejahatan perang (war crime), dan kejahatan terhadap kemanusiaan (crime against humanity). Sampai bulan Mei 2008 statuta ini baru diratifikasi oleh 106 negara. Beberapa negara yang seringkali dikiritik sebagai pelaku pelanggaran dalam konflik bersenjata belum bersedia meratifikasi, antara lain: China, Haiti, India, Israel, Korea Utara, Mozambique, Pakistan, Rusia, Rwanda, Somalia, Sudan, Sri Lanka, termasuk Amerika Serikat.

Apalagi jika ditambah rangkaian data yang merujuk pada tindak kejahatan perang. Mulai dari senjata kimia sampai pada tindak genosida yang disengaja. Atau penyerangan pada sarana-sarana publik yang harusnya aman dari incaran peluru. fakta ini seharusnya telah cukup untuk menyeret Israel ke Mahkamah Internasional.

Terkait gencatan senjata sepihak yang didengungkan
Israel, setidaknya ada dua asumsi yang merebak. Pertama, Israel telah kalah perang.Kedua,sekadar memberikan apresiasi pada partnernya, Amerika Serikat, yang akan melakukan pelantikan presiden terpilih, Barack Obama.

Menurut hemat penulis, sebenarnya
Israel dalam posisi ini telah kalah perang melawan Palestina (Hamas). Hanya karena tabiat dasar arogan, Israel jadi enggan mengakui. Momen pelantikan Obama dijadikan tameng untuk membahasakan kekalahan dengan topeng apresiasi.

Aroma kekalahan perang itu tercium dari gagalnya
Israel menguasai Gaza dalam waktu dua puluh dua hari. Jika melihat operasi militer yang dilancarkan, tidak mungkin penguasaan itu memakan waktu yang berlarutlarut. Pengarahan 10.000 pasukan dengan operasi darat, laut,dan udara amat tidak logis untuk target penguasaan Gaza yang hanya dipertahankan oleh 1.000-an pasukan Hamas.

Apalagi jika menakar peralatan perang yang digunakan. Faktanya, kemenangan
Israel atas Palestina (Hamas) yang seha-rusnya menjadi kado tahun baru bagi rakyatnya yang dilanda euforia pemilu raya, tak pernah terealisasi. Bahkan Israel harus mengurut dada atas gagalnya ambisi itu. Imbasnya,Israel berhadapan dengan serapah dunia atas kebiadaban-nya.

Gerakan anti-Israel merebak. Dunia mengecam dan semakin antipati. Negara-negara yang geram bersikap, mengusir duta besar
Israel dari negaranya. Dalam masa gencatan senjata sepihak yang digagasnya, Israel melalui Ehud Olmert menyerukan agar dunia membenci Hamas.

Sayang dunia telah lebih dulu membaca bahwa segala kesalahan hanya pantas disandangkan di pundak
Israel. Korban 1.300 jiwa dengan kerugian material yang selangit semakin membuat dunia geram. Namun, sesungguhnya Israel telah mengalami kekalahan atas Palestina. Citra buruk Israel di mata dunia merupakan kekalahan telah yang harus diterima.(*)

Anomaly yang kini terjadi adalah dunia sedang berkoalisi anti perdamaian dan mendukung kejahatan dan rasialisme Israel dalam rangka menawarkan “istislam” menyerah (bukan “salam” perdamaian) kepada kekuatan militer dan melepaskan tangan Israel untuk terus menerus menenggelamkan Gaza dalam lembah tragedy dan melakukan perang penghapusan dan kehancuran termasuk di Tepi Barat yang tiada hentinya sejak tahun 2000 hingga sekarang.

Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal

And the bombs fell down like acid rain

And nothing remains

A blinding flash of white light

….

============ ========= ====

“Kami dulu berharap tidak akan pernah melihat sesuatu lagi seperti itu pada masa mendatang,” ujar Gilbert.

“Gaza pada 2009 menjadi sebuah piagam berdarah baru dalam sejarah Palestina dan Timur Tengah yang sayangnya serupa dengan Sabra dan Shatila,” papar Mads Gilbert kepada wartawan di bandara Gardermoen, Oslo, mengacu pada pembantaian tiga hari di dua kamp pengungsi Palestina di Beirut 27 tahun silam.

Gaza kini mengalami suatu krisis kemanusiaan luar biasa... Pemboman itu mesti dihentikan dan perbatasan (dengan Israel dan Mesir) mesti dibuka agar orang-orang sipil dapat menerima bantuan pangan, air dan agar aman,” imbuhnya.

(lihat website International Committee of the Red Cross).

(Composed by Michael Heart)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar